Rabu, 05 Februari 2014

Radiobiologi 4 : Referensi Dosis dan Efek Radiasi



Efek biologi radiasi
•         Somatik:  ® orang yg terkena radiasi;
•         Genetik: ® keturunan orang yg terkena radiasi;
•         Teratogenik:  Cacat bawaan / kematian karena janin terkena radiasi;
•         Stokastik:  Peluang terjadi sebanding dengan dosis yang diterima tanpa ada ambang batas.  Ada waktu tenggang sebelum gejala nampak.  Contoh:  kanker dan leukimia.;
•         Non-stokastik:  Keparahan akibat radiasi bergantung dosis yg diterima; ada ambang batas.  Gejala segera nampak.  Contoh:  Luka bakar, mual, pusing, sterilitas.
Filosofi Proteksi Radiasi
Prinsip: ALARA (as low as reasonably achieveable), serendah yang dapat diterima akal sehat, yaitu:
•         Justifikasi:  Manfaat lebih besar dari risiko;
•         Limitasi:  Pemanfaatan radiasi dibatasi daerah kerja dan besar dosisnya;
•         Optimasi:  Penggunaan dosis yg optimal.

Fungsi keselamatan
•         Man:  Orang / operator yg menjalankan alat;
•         Machine:  Peralatan yg digunakan;
•         Interface:  Antarmuka antara orang dan peralatannya, yaitu prosedur kerja;
•         Safety culture:  Budaya keselamatan, kebiasaan2 baik menjunjung keselamatan;
•         Regulation:  Kepatuhan pd peraturan perundang-an;  Perizinan, akreditasi & sertifikasi;  Inspeksi.

Kategori penyinaran
•         Pekerja radiasi (18th+):  wanita hamil dan pekerja radiasi lainnya;
•         Anggota masyarakat: perorangan dan keseluruhan;
•         Medik, bagi pasien yg sengaja diberikan. Tidak termasuk bagi pelaksana penyinaran.

Pembatasan nilai dosis
•         Untuk menghindari efek non-stokastik:
–        0,5 Sv (50rem) untuk semua jaringan kecuali…
–        0,15 Sv (15 rem) untuk lensa mata;
•         Untuk membatasi efek stokastik:
–        nilai batas dosis (NBD) ekivalen efektif untuk penyinaran seluruh tubuh = 50 mSv (5rem)

Ketentuan NBD
Kep Kepala BAPETEN No. 01/Ka-BAPETEN/V-99:

•         Penerimaan dosis yg tidak boleh dilapaui per thn;
•         Tidak bergantung laju dosis, interna / eksterna;
•         Tidak termasuk penyinaran medis & alami;
•         Pekerja radiasi tidak boleh berusia < 18 thn.
•         Pekerja wanita dalam masa menyusui tidak diizinkan bertugas di daerah radiasi dg risiko kontaminasi tinggi.

Jenis penyinaran                                                         Maksimal
1.  Seluruh tubuh / thn                                                50mSv(5rem)
2.  Abdomen wanita usia subur/13 mg           13mSv
     Janin wanita hamil / thn                             10mSv
3.  NBD penyinaran lokal / thn                       500mSv
     Lensa mata / thn                                         150mSv
     Kulit, ekstremities / thn                              500mSv
Jenis penyinaran                                                                      Maksimal
4.  Penyinaran khusus direncanakan                           2 NBD
     -  Seumur hidup                                                     5 NBD
             *  Mendapat izin dari PIN;
             *  1 thn sebelumnya tdk pernah menerima    1NBD;
             *  Tdk utk wanita subur dan menolak.
5.  Masy. umum, seluruh tubuh / thn                          1/10 NBD.
             Masy. umum, lokal / thn                                            50mSv.
6. Anggota masyarakat secara keseluruhan:   PIN menjamin serendah mungkin, memperhatikan dosis genetik;
7. Dosis maksimum bagi magang/siswa:
            18 thn+                        : < NBD pekerja radiasi/thn;
            16-18 thn                     : < 0,3 NBD pekerja radiasi/thn;
            <16 thn                        : < 0,1 NBD masy. umum/thn dan
                                                  < 0,01 NBD masy. umum/penyinaran.


Belum berlaku, namun akan segera diberlakukan:

•         Dosis efektif rata-rata 20 mSv/thn untuk 5 tahun yang berurutan;
•         Dosis efektif 50 mSv untuk satu tahun tunggal;
•         Dosis ekivalen untuk lensa mata 150 mSv/thn;
•         Dosis ekivalen untuk ekstremities (tangan dan ujung kaki) atau kulit 150 mSv/thn;

RADIOBIOLOGI 3 : RESPON SEL TERHADAP RADIASI



RESPON
•         Perubahan fungsi dan atau morfologi yang terdeteksi sebagai akibat pemberian dosis pada jangka waktu tertentu.
•         Cara:
–        in vivo (organisme hidup)
            Wirthers & Mc Culloch & Till (1967) meneliti kelainan kulit dan sel darah.
–        in vitro (percobaan lab.)
            Puck & Marcus (1956) meneliti pengaruh radiasi terhadap aspek biologi dari Ca.Cervic (HeLa sel)

Respon Sel terhadap Radiasi
•         Interphase Death
–        (Mati Sebelum Berkembang).
•         Division Delay
–        (Telat Pembelahan).
•         Reproductive Failure
–        (Gagal Berbiak).
Interphase Death
•         Bisa terjadi pada:
–        Sel yang tidak mengalami pembelahan dan berumur panjang (sel matang).
–        Sel yang sedang membelah secara cepat.
•         Dosis timbulnya bervariasi tergantung tipe sel.
•         Gejalanya muncul beberapa jam setelah diradiasi (tetapi kasusnya terjadi setelah beberapa hari)
•         Terjadi karena perubahan biokimia sel (penurunan produksi energi oleh mitokondria).




Division Delay
•         Disebabkan oleh:
1.      Tertahannya proses kimia tubuh oleh radiasi.
2.      Protein untuk mitosis tidak disintesa oleh sel.
3.      Sintesa DNA berkembang secara tidak merata karena ada radiasi.
•         Terjadi pada saat proses mitosis (pada tahap perkembangan ke 2 à G2).
•         Mulai terjadi pada dosis rendah (50 rad).

Model Pemulihan Sel
  1. Mitotic Index:
jumlah sel yang membelah
jumlah total populasi sel tsb.
2. Mitotic Delay:
             Respon sel terhadap radiasi, sehingga terjadi keterlambatan proses mitosis untuk beberapa lama tergantung waktu.
3. Mitotic Overshoot:
              Pemulihan jumlah sel akibat penyinaran yang memberikan dosis
     cukup rendah.
4. Reproductive Failure:
              Ketidakmampuan sel u/ melakukan pembelahan setelah mendapatkan penyinaran.

Reproductive Failure
•         Menurunnya kemampuan sel membelah diri dan bertahan hidup.
•         Kondisinya, sel tersebut tidak mampu lagi membelah diri walaupun masih hidup.
•         Mulai terjadi secara exponensial setelah dosis > 150 rad.
•         Bisa dipengaruhi oleh nilai LET.

Faktor Respon
•         Faktor Fisik:
–        LET & RBE.
–        Tingkat dosis.
•         Faktor Kimia:
–        Sensitizer: oksigen, pirimidine terhaloginasi, sensitizer partial.
–        Protectant: sisteine, sisteamine.
•         Faktor Biologi:
–        Siklus sel.
–        Intracellular repair.

RADIOBIOLOGI : INTERAKSI RADIASI DENGAN SEL BIOLOGI



Parameter perubahan biologi akibat ionisasi radiasi
Interaksi & Serapan energi:
            Teori probabilitas.
            Secara acak/random.
            Sangat cepat (10-17 s).
Kerusakan:
            Tampak pada sel, jaringan, organ.
            Kerusakannya selalu berlainan/spesifik.
            Laten/tertunda tergantung paparan dosis
                 berjalan (hari - pekan - bulan).

  



Pengaruh Radiasi DNA
•         Perubahan/kehilangan rantai penyusun (base).
•         Pecah ikatan hidrogen antara 2 rantai molekul DNA
•         Pecah rangkaian dari satu rantai molekul DNA
•         Pecah rangkaian dari kedua rantai molekul DNA
•         Patah dan terjadi pertukaran rantai DNA

Pengaruh Radiasi  Kromosom
•         Terjadi akibat perubahan DNA.
•         Perubahan pada sel somatik dan sel keturunan
•         Perubahan struktur kromososm --> akibat dari interaksi langsung atau dengan medium
•         Pecahnya susunan kromosom
•         Manifestasi pengaruh ---> aberasi, lessi, anomaly

CONTOH MODEL PERUBAHAN